Yogyakarta Bersama Bapak, Penantian di Rumah Makan yang Tak Berujung Pertemuan

Semalam, aku melakukan perjalanan yang jauh ke sebuah kota yang penuh dengan sejarah. Jogja.Sudah lama tak mengunjungi kota itu, maka aku dan suami berencana untuk kembali bernostalgia dengan kota cinta itu bersama anakku yang akan bertambah usia.Agar semakin lengkap, aku mengajak kakakku yang terpisah jauh beratus ribu kilometer di Jakarta, untuk menemani kami dan berlibur…

Persimpangan

Tidak ada orang di dunia ini yang tidak menyakiti kita. Bahkan jodoh yang namanya tertulis di lauhul mahfudz sekalipun. Bahkan orang tua kita sekalipun. Itulah kenapa Tuhan memberi kita kemampuan untuk bisa memaafkan orang lain. Karena kita juga sangat mampu untuk menyakiti orang lain. Kita terlahir di dunia ini dengan pandangan yang buram. Penglihatan semasa…

Manusia Tidak Akan Pernah Berhenti Bertanya

Sepeninggal bulan April, bulan pernikahanku, orang-orang yang dulunya bertanya “Kapan nikah?” rupanya sudah merumuskan konten autoberbasa-basi baru, “Kapan punya anak?”, “Wis bathi belum? (Sudah isi belum?)” Dan jangan salah, jauh sebelum itu juga ada pertanyaan, “Kapan lulus?”, “Udah dapet kerja?”, “Udah ada gandengan belum?”, belum lagi kalau ada omongan, “Mau gak tak kenalin sama si…

Di Antara Meja Kita

Pertama kali aku melihatmu, kamu adalah hal lain yang kerap membuatku mendiamkan pandanganku. Jika ada hal yang berbeda terasa klise, bagiku kau justru terlihat sama dengan yang biasa ada di sekitarku. Mungkin karena itulah, aku jadi terasa mengenalmu lebih dari ini. Sudah lama aku tidak menulis, sudah lama aku tidak terbawa perasaan, dan mengenalmu seakan…

Ingatkan aku. Aku ingin berbahagia.

Dulunya, di bawah lampu jalanan yang berpendar samar entah gelap entah terang, aku memikirkan banyak hal. Bagaimana karirku, siapa jodohku, bisakah aku membahagiakan keluargaku? Serumit itu. Sekitar 3 atau 4 tahun yang lalu, aku masih berani mengucap rindu kepada orang tuaku. Sekarang rasanya begitu berat. Dalam pikiranku, ada banyak beban yang secara kasat hati kugumamkan….

Meniadakanmu

Tidak banyak orang yang paham, bahwa membina suatu hubungan bertahun-tahun itu begitu sulit. Itulah kenapa setiap jengkal kebersamaan menjadi sangat berharga. Itulah kenapa telah menemukan orang yang tepat menjadi rasa syukur tersendiri. Jika ada seseorang yang kemudian berusaha merusaknya. Yakin sekali, orang itu tidak bisa menghargai kebahagiaan milik orang lain. Jadi, bagaimana dia sendiri akan…

Yogya: Malioboro-Braga

“Kamu pernah jatuh cinta pada sebuah kota, Din?” tanyamu sembari menatap mataku dalam, di dalam mobil yang tengah berhenti karena lampu merah. “Ya, pernah. Bahkan sampai sekarang aku masih berharap akan ke sana untuk yang kedua kalinya,” jawabku. Kau tersenyum tipis, kembali terfokus pada gigi mobil ketika lampu lalu lintas sudah berwarna hijau. “Kenapa?” tanyaku…

Pertemuan Semalam Penuh Kecupan: Bapak

Sepertinya berkah Ramadan memang benar nyatanya. Setiap malam, sebelum tidur, aku selalu berdoa semoga aku diperjumpakan dengan bapak di alam mimpi. Memang jarang sekali tercapai. Namun, Subhanallah, mimpi semalam adalah sebaik-baiknya berkah. *** Pada suatu siang yang aku tahu itu tidak akan pernah ada, bapak pulang dari rumah sakit. Beliau duduk di sofa ruang tamu…

Pada suatu yang nanti…

Pada suatu pagi nanti yang cerah cuacanya, aku akan mendapatimu tertidur di sampingku. Kau masih terlelap atas jawaban dari keterjagaanmu semalam. Ada apa ya semalam? Ah, iya. Pertandingan bola piala Inggris rupanya. Pantas saja kalau pagi ini bawah matamu terlalu gelap untuk bisa kupandang sebagai dasar dari penglihatanmu. Aku akan mengusap rambutmu dan mencium pipimu….

Pengakuan (1)

​[11/10, 12:44] Dinda Fitria Sabila: Ada satu cerita yang siang ini ingin aku bagikan kepadamu, ini masih tentang Bapak yang semalam sempat mampir di mimpiku. Ketika seorang yang sangat disayang telah pergi, hati yang nampaknya kokoh pun nyatanya tidak sekuat yang diharapkan. Banyak larangan untuk menangis, tapi seiring jasad yang terkubur, air mata tidak dapat berhenti…

​MENJAWAB PERTANYAAN “OH, BELAJAR SASTRA DAN BAHASA? MAU JADI APA?”

(Dampak berkeliaran di daerah selama 3 bulan dan bertemu orang-orang yang memang “perlu dijelaskan”.) Bagaimana caranya menjelaskan kepada mereka bahwa aku menuntut ilmu ini bukan hanya karena aku ingin bekerja di bidang ini, tetapi karena memang rasa kecintaanku terhadap literasi dan bahasa tidak dapat dilerai. Masa bodoh dengan lapangan pekerjaan di daerah dalam bidang ini…

Hari Pernikahanku Nanti

Aku ingin menikah. Nanti. Nanti ketika umurku sudah 24 atau 25 tahun mungkin. Nanti ketika pendampingku sudah mapan dalam bekerja dan aku sudah berpenghasilan cukup untuk membantunya berjuang dalam hidup. Aku ingin segera mengenakan baju pengantin, berwarna merah tua atau biru muda. Ah, warna pink juga lucu. Baju pengantinku nanti tak perlulah yang mewah, asal…